News

Kebenaran isi berita yang ditampilkan bukan merupakan tanggung jawab tronikaonline.com, dan setiap berita yang ditampilkan akan dicantumkan sumbernya.

Police urge busway operator to install CCTV

Jakarta Police have called on the management of the TransJakarta busway to install CCTV camera in their buses and shelters as a way to prevent sexual harassment and petty crimes committed by passengers.

City police spokesman Sr. Comr. Boy Rafli Amar said Tuesday the surveillance cameras would help passengers who fall victim to such crimes to bring their cases to trial.

“The CCTV recordings can be used as evidence for the police to follow up reports from the victims,” he said.

Last week, a female TransJakarta passenger reported a man to the South Jakarta Police for alleged sexual harassment.

The woman said the man had grabbed her several times when the two had been in a TransJakarta bus plying Corridor I connecting Blok M in South Jakarta and Kota, West Jakarta.

The police, however, dropped the case as there were no witnesses.

Sumber: thejakartapost.com

   

Cegah Pelecehan Penumpang Busway,Kaum Hawa Minta Pengelola Pasang CCTV

JAKARTA (Pos Kota) – Aksi pelecehan yang dilakukan salah satu penumpang busway, Anton, terhadap Foni, penumpang lainnya menjadi trauma tersendiri bagi kaum hawa yang biasa menggunakan jasa moda angkutan massal tersebut. Mereka mendesak pihak pengelola untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan diantaranya melalui pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) dan penambahan petugas di dalam bus.

Alasannya aksi pelecehan terhadap kaum perempuan di dalam angkutan milik Pemprov DKI ini kerap tidak dapat dilanjutkan ke langkah hukum lantaran minimnya bukti. Seperti yang dialami Foni, saat laporannya terhadap Anton, tidak dapat ditindaklanjuti karena tidak adanya bukti. “Setidaknya jika ada CCTV penumpang akan merasa diawasi dan akan mempersempit ruang gerak bagi pelaku kejahatan. Meski alat ini tidak berfungsi secara maksimal,” ujar Lenny, seorang penumpang busway yang ditemui Rabu (9/6).

Langkah antisipasi lainnya yakni melalui penambahan petugas di dalam bus. Jika saat ini hanya bertugas di depan pintu bus, penempatan petugas semestinya juga dilakukan di bagian belakang bus. “Jika ini tidak  juga dilakukan terpaksa kami cari alternatif angkutan lain atau kembali menggunakan kendaraan pribadi,” sambungnya. Pernyataan teresebut beralasan lantaran kasus yang menimpa Foni diprediksi hanya satu dari banyak kasus yang di moda angkutan massal ibukota. Namun kebanyakan kaum perempuan lebih memilih tidak melanjutkan aksi kejahatan seksual tersebut kepada polisi karena malu ataupun takut.

Secara terpisah, Aliman Aat, Anggota Komisi B DPRD DKI, mengaku setuju dengan usulan masyarakat tersebut. Namun pemasangan CCTV juga harus diikuti dengan sistem manajemen yang profesional. Terutama terkait pengoperasian seperti jarak tempuh antarbus. Sehingga penumpukan dan kepadatan penumpang tidak terjadi baik saat berada di halte maupun di dalam bus. “Masalah ini jangan dianggap remeh dan harus segera ditindaklanjuti karena dikhawatirkan misi busway untuk memberikan pelayanan angkutan yang aman dan nyaman kepada masyarakat tidak akan optimal,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Menanggapi hal ini Gunarjo, Kepala Bidang Pengendalian Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, mengatakan dalam hal pengamanan hingga saat ini baru dapat melakukannya melalui pembatasan jumlah penumpang. Menyusul adanya usulan pemasangan CCTV di dalam bus, dikatakan Gunardjo hal itu belum dibahas pihaknya.

Sedangkan mengenai belum optimalnya pengoperasian busway di delapan koridor khususnya masalah jarak antar bus (head way), Gunardjo tidak menampiknya. Kondisi ini terjadi dikarenakan masih minimnya sarana bagi angkutan khusus ini. Salah satunya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang masih minim. Akibat untuk mengisi bahan bakar setiap armada memakan banyak waktu. Padahal armada yang ada telah cukup memadai yakni sebanyak 426 unit di delapan koridor.

”Artinya jika semua sarana telah terpenuhi, idealnya setiap halte telah siap tiga bus. Sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang,” tukasnya.(guruh/sir)

Sumber: poskota.co.id

   

Perampok Bank Terekam CCTV

MEDAN (Pos Kota) – Perampok yang menggasak Rp 595 juta uang nasabah di Bank Sumut Cabang Marelan, Bulan April lalu terekam kamera pemantau atau CCTV.

Pelaku diduga kuat  komplotan profesional yang biasa beraksi di sejumlah bank lainnya di Kota Medan dan sejumlah daerah lainnya. Hal ini dikatakan Direktur Reskrim Polda Sumut Kombes Pol Agus Andrianto kepada Pos Kota, Rabu (5/5).

Selain itu, lanjut Agus, pelaku diduga kuat merupakan pemain luar . Namun, memiliki jaringan atau informan yang berada di Kota Medan. Pelaku yang beraksi di Bank Sumut Cabang Marelan diduga kuat, namun memiliki jaringan yang kuat, ucapnya.

Jajaran Polda Sumut masih mengejar enam pelaku yang sudah diketahui identitasnya. Pasalnya, saat pelaku beraksi di bank tersebut  terekam kamera CCTV.Identitas pelaku yang terekam CCTV, jelasnya.

Menurut mantan Kapolres Tangerang ini, kawanan pelaku beraksi disaat aktivitas bank sedang sepi. Sebagian pegawai sedangan melaksanakan salat Jumat dan makan siang.

Dari enam pelaku yang disebutkan saksi mata, 5 diantaranya masuk ke  dengan mengenakan helm. Kemudian pelaku mengeluarkan senjata api dan sebagian lagi langsung naik ke atas meja kasir. Lalu, menggondol uang nasabah yang diperkirakan ratusan juta rupiah. (samosir/B)

Sumber: poskota.co.id

   

Tersangka Percobaan Pengeboman Times Square Terekam CCTV

New York: Kepolisian Amerika Serikat mendapatkan gambar video dari kamera pemantau (CCTV) tersangka percobaan pengeboman New York Times Square, Faisal Shahzad. Dalam kamera itu terlihat ia sedang membeli kembang api di sebuah toko di Pennsylvania, Amerika Serikat, beberapa bulan sebelum peristiwa di Times Square.

Dalam gambar yang terekam kamera CCTV dari Phantom Fireworks, Shahzad membeli enam hingga delapan kotak kembang api. Namun, jumlah tersebut diperkirakan tidak cukup untuk membuat ledakan yang besar. Pihak berwenang, Kamis (6/5) waktu setempat, mengatakan, Shahzad mengakui perannya sebagai pelaku pemboman.

Shahzad diyakini bekerja sendiri ketika ia menyiapkan bahan peledak hingga memarkir kendaraan di Times Square. Shahzad mulai menyiapkan aksi peledakan sejak ia pulang dari Pakistan pada bulan Februari lalu. Kelompok Taliban dilaporkan mengklaim Faisal Shahzad merupakan jaringannya yang diperintahkan untuk melakukan upaya pemboman di Times Square.(*)

Sumber: metrotvnews.com

   

Kisah Pemburu Harta Karun, Perangi Hatcher, Blanakan Diawasi CCTV dan Penyelam

Jakarta - Pemerintah tidak mau kecolongan dengan aksi Michael Hatcher di perairan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun membentuk tim terpadu yang menyelidiki aktivitas Hatcher di perairan Blanakan.

"Kita cari benang merahnya, apa hubungan pengangkatan benda berharga asal muatan kapal tenggelam (BMKT) dan Michael Hatcher," ujar Dirjen PSDKP KKP Aji Sularso dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Timur, Kamis (29/4/2010).

Aji menjelaskan tim terpadu ini terdiri dari unsur Ditjen Sejarah dan Purbakala Kembudpar, TNI AL, Direktorat V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, Direktorat Polisi Perairan Polri, Kejaksaan Agung dan Ditjen PSDKP.

"Kita juga pasang CCTV di Blanakan. Tujuannya agar pengawas tidak bisa melakukan konspirasi," terang dia.

Selain CCTV, ada beberapa penyelam yang ditugaskan di Blanakan. Aji menjelaskan tim ini sudah bekerja di Blanakan. Mereka juga mencatat barang-barang peninggalan dinasti Ming itu dengan sistem komputerisasi. "Kita gunakan barcode agar mudah didata," tambahnya.

Aji menambahkan dugaan awal keterlibatan Hatcher di Blanakan, berdasarkan video promosi Hatcher yang disebar di AS dan Eropa. Dalam video tersebut Hatcher terlihat melakukan penyelaman dan mengambil beberapa keramik di Blanakan. "Kita selidiki terus," tegasnya.(rdf/lrn)

Sumber: detiknews.com

   

Page 1 of 14