News

Kebenaran isi berita yang ditampilkan bukan merupakan tanggung jawab tronikaonline.com, dan setiap berita yang ditampilkan akan dicantumkan sumbernya.

Pencuri Gondol Alat Perekam Otak, Polisi Sita CCTV di Tiga Titik

Bandung - Polisi menyatakan sudah meminta rekaman kamera pengintai atau CCTV dari tiga titik terkait pencurian alat electroencephalogram (EEG) atau perekam otak yang ada di Laboratorium Pramita, Jalan Martadinata, Kamis (11/2/2010).

"Copy yang disita dari CCTV di tangga bawah, sudut lantai dua, dan ruang utama laboratorium," kata Kapolsek Bandung Wetan AKP Rizal Maruto, kepada wartawan di lokasi kejadian.

Namun, kata Rizal, pihaknya tidak mendapatkan rekaman kamera pengintai di ruang khusus perekam otak. "Tidak ada kamera yang khusus ditujukan ke ruang itu," imbuhnya.

Pihaknya masih menyelidiki kejadian hilangnya alat penunjang perekam otak yang diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. "Masih kita selidiki," tutur Kapolsek.

Meski demikian, pihaknya meminta kepada pihak laboratorium untuk membantu penyelidikan yang tengah dilakukan polisi. "Kita meminta pihak lab untuk membantu mencari, siapa tahu barang itu masih tersimpan di dalam," kata Rizal.

Diberitakan sebelumnya, pencuri satroni kantor layanan kesehatan Laboratorium Pramita, Jalan Martadinata, Kamis (11/2/2010). Aksi yang berlangsung di siang bolong ini terjadi saat karyawan sedang jam istirahat. Pencuri berhasil menggondol satu buah alat perekam otak yang tersimpan di lantai dua laboratorium tersebut.

Sumber: bandung.detik.com

   

Dua Remaja Mencuri, Tertangkap CCTV

Semarang: Dua remaja ditangkap polisi karena mencuri sebuah komputer jinjing (laptop) dan tiga telepon genggam di rumah Agus Widodo di Perumahan Candi Golf blok B, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/2). Aksi kedua tersangka, Anggoro Utomo dan Imam Setiyono, tertangkap kamera keamanan (CCTV).

Kedua tersangka beraksi ketika seluruh penghuni rumah tidur lelap. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak berkat rekaman wajah kedua tersangka di CCTV.

Kepala Polisi Sektor Semarang Tengah Ajun Komisaris Polisi Prayitno menuturkan, kedua tersangka dijerat pasal 363 Kitan Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(ARL/SHA)

Sumber: buser.liputan6.com

   

Menangkap Pemasang Skimmer Lewat CCTV

Jakarta - Skimming, kejahatan pencurian data nasabah dengan memasang alat tambahan di mulut ATM atau mesin pembayaran, adalah masalah serius yang menyebar merata di dunia. Pelaku kejahatan ini lebih mudah tepergok bila kamera CCTV milik bank yang dipasang di bilik ATM beroperasi sempurna.

Seperti yang terjadi di Las Vegas, AS, pekan ini. Sepasang pria dan wanita tertangkap kamera sedang memasang sebuah alat pencuri data nasabah di sebuah mesin ATM pada Selasa 19 Januari lalu seperti dilansir media FOX5.

Sejumlah foto yang dirilis FOX5 menunjukkan pasangan itu menggunakan ATM dua kali pada hari yang sama. Si pria terlihat mengutak-atik sesuatu di depan mesin, sedangkan si wanita tengok kiri kanan, mengawasi kalau-kalau ada nasabah lain masuk ke bilik ATM. Pasangan itu hingga kini masih diburu.

Di Florida, seorang pria juga terekam beberapa kali memasang skimmer. Pertama pria itu memasang alat itu di ATM SunTrust Bank pada 24 November 2009, lalu di ATM berbeda pada 27 November, lalu 12 Desember. Meski kamera menangkap sosoknya, namun bukan perkara mudah untuk menangkapnya.

Di Jakarta, polisi setidaknya telah menahan 6 orang tersangka skimmer. Mereka adalah kaki tangan orang Rusia yang menetap di Toronto, Kanada. Orang Rusia ini membiayai dan meminjamkan belasan alat skimmer pada kaki tangannya. Diduga, bandit yang beroperasi di Bali, yang salah satunya membobol rekening  nasabah BCA Rp 147 juta, terkait dengan jaringan ini. Belum diketahui bagaimana mereka dibekuk, apakah juga berkat jasa kamera CCTV, mengingat tak semua bilik ATM di Indonesia terdapat fasilitas tersebut.

Pakar keamanan jaringan Budi Rahardjo menyatakan, guna mengantisipasi skimming, selain pihak bank harus meningkatkan sistem keamanannya, nasabah juga jangan sampai lalai. Misalnya dengan tidak membuang slip transaksi sembarangan atau menitipkan kartu ATM pada orang lain.

Agar aman dari kejahatan skimming, nasabah juga harus memperhatikan baik-baik mesin ATM sebelum menggesek. Jika ada yang mencurigakan, seperti bekas tambalan lem atau isolasi, atau ada kabel yang terlihat, batalkan transaksi.

Hati-hati bila ada stiker tertempel, antara lain bertuliskan "scan di sini lebih dulu" atau "jangan dirusak".  Stiker ini lazimnya dipasang penipu untuk mengalihkan perhatian dari alat tambahan yang mereka pasang.

Jangan pakai ATM bila ada seseorang menawarkan bantuan. Pemasang skimmer sering kali berperan sebagai nasabah atau mengaku teknisi mesin yang bertugas membantu nasabah.

Hati-hati pada mesin ATM yang sedang mengalami kerusakan yang "memaksa" nasabah untuk menggunakan ATM tertentu lainnya yang bisa jadi telah dipasangi alat skimmer.

Sumber: detiknews.com

   

Melanggar Lalu Lintas? CCTV Mata-matai Anda

JAKARTA--Berpikir ulanglah jika ingin menerobos lampu merah di persimpangan jalan di Jakarta. Dalam waktu dekat Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mengoperasikan kamera CCTV untuk mengintai praktik pelanggaran lalu lintas di Jakarta. Rencananya, kamera CCTV akan dipasang di beberapa traffic light di Jakarta.

Bukti rekaman CCTV akan dijadikan polisi sebagai barang bukti tindakan pelanggaran (tilang). Sebagai percobaan, kamera CCTV sudah dipasang di traffic light Sarinah, Thamrin.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Condro Kirono mengatakan, penggunaan CCTV di beberapa traffic light merupakan upaya polisi untuk memperketat pengawasan. Selain itu, penggunaan teknologi ini dipandangnya akan mampu mengurangi angka kecelakaan di Jakarta.

Rencananya, penggunaan CCTV sebagai intrumen pengawasan lalu lintas, akan resmi bergulir pada 30 Januarai mendatang. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan secara simbolis meresmikan penggunaan kamera pengintai tersebut. Menurut Condro, penggunaan CCTV akan banyak membantu polisi dalam mengatur lalu lintas. "Selama ini banyak keluhan dari masyarakat yang ditilang, katanya, banyak yang melanggar tapi kok cuma satu yang ditilang. Kini dengan adanya kamera CCTV, semua pelanggar akan ditindak," ujarnya.

Sumber: republika.co.id

   

Wuih... Semua Kantor Polisi Dipasangi CCTV

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk meminimalkan atau bahkan memberantas mafia kasus serta pelanggaran-pelanggaran lain yang kerap dilakukan oleh oknum penyidik Polri, semua kantor polisi, termasuk di ruang penyidik diminta dipasangi kamera pemantau atau televisi sirkuit tertutup (CCTV).

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi, Jumat (15/1/2010), menyatakan, pemasangan CCTV itu akan dilakukan di semua kantor polisi di seluruh Indonesia.

"Kita berharap di seluruh ruang penyidik di seluruh Indonesia, dipasang CCTV, sehingga tidak ada lagi pemukulan, perbuatan tidak menyenangkan, apalagi tawar-menawar dalam penyidikan," kata Ito ketika ditanya soal upaya Polri memberantas mafia kasus yang akhir-akhir ini populer dengan istilah markus.

Menurut dia, sebaiknya di seluruh kantor polisi menerapkan apa yang telah dilakukannya di Gedung Bareskrim Mabes Polri dengan memasang kamera CCTV di berbagai tempat. Hal itu dinilainya dapat meminimalkan penyimpangan oleh oknum polisi.

Beberapa waktu lalu, Kompas.com dan beberapa media lain pernah menemui Ito di ruang kerjanya di lantai I Gedung Bareskrim. Di dalam ruang kerja Ito terdapat satu layar televisi besar yang menampilkan gambar dari kamera CCTV yang dipasang di seluruh bagian Gedung Bareskrim.

Di seluruh Gedung Bareskrim terdapat 36 kamera CCTV yang terpasang di luar gedung, di ruang tunggu tamu, ruang para penyidik, ruang tahanan, dan ruang lainnya. Rekaman kamera akan diperiksa oleh tim pengawas penyidik. Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindaklanjuti.

"Kita rekam semua aktivitas di Bareskrim sehingga kita punya data untuk melakukan pengusutan. Dengan CCTV kita bisa lihat ruang tunggu tamu, ruang penyidik, ruang tahanan. Kalau ada anggota kita diberi sesuatu kita bisa lihat," ucap dia.

Sumber: kompas.com

   

Page 1 of 12