News

Kebenaran isi berita yang ditampilkan bukan merupakan tanggung jawab tronikaonline.com, dan setiap berita yang ditampilkan akan dicantumkan sumbernya.

Satpam BCA Bihbul Diserang dari Belakang

Pihak Polres Bandung Bandung masih memburu pelaku pembunuhan terhadap Asep Wahyudin (30), satpam Bank BCA Cabang Pembantu Kopo Bihbul, Jalan Raya Kopo Sayati, Kab. Bandung. Untuk mengungkap kasus ini, Satreskrim Polres Bandung, Kamis (20/10) telah memeriksa sedikitnya delapan saksi serta mengindentifikasi rekaman CCTV yang dipasang di ruangan bank tersebut.

Seperti diberitakan "GM" kemarin, Asep Wahyudin, satpam Bank BCA Pembantu Kopo Bihbul, Kec. Margahayu, Kab. Bandung, ditemukan tewas bersimbah darah sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (19/10). Pada tubuh korban terdapat lima tusukan senjata tajam, di bagian ulu hati, ketiak kiri, leher sebelah kiri, dan dua tusukan di bawah kedua telinga.

"Kasusnya masih kami selidiki. Kita pelajari hasil rekaman CCTV dan delapan orang sedang dimintai keterangan," ujar Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya di Mapolres Bandung, Soreang, Kamis (20/10).

Para saksi yang dimintai keterangan, di antaranya satpam yang pertama kali menemukan korban tewas, pihak manajemen BCA, tukang parkir, dan warga sekitar. Semua itu dilakukan untuk mengetahui motif pembunuhan.

"Kalau motifnya perampokan, yang diambil hanya dompet dan handphone korban, bukan membongkar mesin ATM. Kemungkinan pelaku ini tidak profesional karena tidak membongkar mesin ATM serta seperti terburu-buru," ucapnya.

Hingga kini polisi terus mempelajari rekaman CCTV yang salah satunya merekam aktivitas dua orang. "Salah seorang pelaku mengeksekusi korban sekitar satu setengah menit," ujar Kapolres.

Meski tidak terekam jelas mengingat posisi CCTV terbatas, tapi dalam tayangan korban sempat melawan. Pelaku diduga menyerang korban dari arah belakang di ruang lain. Korban sepertinya terdesak dan menghindar ke ruang lain.

Saat itulah korban tersungkur dan kembali ditusuk pelaku. Dugaan itu memungkinkan mengingat posisi terakhir korban telungkup dengan wajah mencium lantai yang penuh genangan darah.

"Diduga pelaku satu hingga dua orang. Satu menggunakan celana pendek jenis sontog dan bersandal jepit. Sedangkan pelaku yang mengeksekusi menggunakan jaket hitam. Wajah mereka terekam jelas pada CCTV," ujar Sony.

Laporkan

Oleh karena itu Sony berharap agar masyarakat yang mengenal pelaku bisa melaporkannya ke Polres Bandung melalui telp. 022-85871980 atau SMS ke 9123.

Dalam masalah ini, Sony juga menyoroti sistem keamanan. Ada beberapa koreksi khusus kepada penyedia jasa keamanan termasuk penggunanya. Selain itu perhatikan posisi kamera dan tujuannya.

"Kalau kamera ini untuk identifikasi wajah, tentunya harus terlihat wajah, selain itu penempatan kamera juga harus diperhatikan. Di sini ada tiga mesin ATM, kenapa hanya satu ATM yang terlihat dan juga di boks mesin ATM tidak ada satu pun kamera yang berfungsi," paparnya.

Selain itu, yang perlu diperhatikan juga mengenai larangan masuk ATM dengan memakai helm. Di sini banyak sekali nasabah yang mengambil uang masih menggunakan helm.

"Di CCTV yang kita lihat banyak nasabah mengambil uang di ATM menggunakan helm. Ketika tersorot CCTV tidak terlihat sama sekali wajahnya," katanya.

Masih tutup

Dari hasil pantauan "GM" di lokasi, Bank BCA Cabang Pembantu Kopo Bihbul masih tutup dan garis polisi juga masih terpasang dengan penjagaan beberapa satpam. mengenai kapan bank tersebut kembali beroperasi, tidak ada satu pun yang mau berbicara.

Baru pada sore hari garis polisi sudah tidak terpasang lagi dan beberapa orang terlihat membersihkan lokasi terbunuhnya korban.

Sumber: klik-galamedia.com

   

Warga Dolly Unjuk Rasa Tolak Pemasangan CCTV

TEMPO Interaktif, SURABAYA - Puluhan warga di kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Rabu sore(3/11), menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut Pemerintah Kota Surabaya membatalkan rencana pemasangan kamera pengintai, Closed Circuit Television (CCTV).

Sekretaris Paguyuban Masyarakat Pekerja Lokalisasi, Saputro, mengatakan pemasangan CCTV adalah bentuk diskriminasi dan intimidasi pemerintah terhadap para pekerja di lokalisasi Dolly, yang juga bisa berdampak pada warga setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya berencana memasang CCTV pada 2011 mendatang. Tujuannya untuk memantau pertumbuhan kegiatan dan pekerja seks komersil (PSK) di lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu. Selain itu, CCTV berfungsi memantau keamanan di lokalisasi setempat.

"Jangan matikan penghidupan kami," kata Saputra, disela-sela unjuk rasa. Menurut dia, lokalisasi Dolly selama ini menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.

Dalam unjuk rasa tersebut mereka melakukan orasi, bernyanyi dan meneriakkan yel-yel. Mereka juga membawa berbagai spanduk dan poster. Di antaranya bertuliskan: "Pemkot jangan kau bunuh lahanku pelan-pelan", "Dolly ojok diperas cok", "Penutupan Dolly adalah pelanggaran hak asasi manusia" dan "Lawan atau miskin".

Unjuk rasa tersebut selain diikuti oleh warga, juga oleh pekerja dan anak-anak. Tidak nampak seorang pun PSK dalam unjuk rasa tersebut.

Pengelola Wisma Morodadi, salah satu tempat penampungan PSK, Pak Gendut, mengatakan rencana pemasangan CCTV membuat tamu yang berkunjung ke wismanya mengalami penurunan. "Sejak dua pekan ini tamu turun hingga 30 persen. Biasanya 50 orang sekarang cuma 30 orang," ujarnya.

Pak Gendut menuturkan, banyak tamu yang ketakutan karena banyaknya pemberitaan tentang pemasangan CCTV. "Saking ketakutan mereka masuk wisma dengan mengenakan helm," ucapnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pemasangan CCTV tidak bertujuan untuk menutup Dolly. "Kalau kami berniat menutup Dolly, pasti sudah kami lakukan sejak lama," paparnya.

Menurut Walikota yang akrab disapa Ibu Risma, pemasangan CCTV bertujuan memantau tingkat kriminalitas dan lalu lintas di kawasan lokalisasi Doly. "Tidak perlu khawatir. Kami tidak memasang CCTV di kamar," katanya. DINI MAWUNTYAS.

Sumber: tempointeraktif.com

   

Pemuda Dolly Tolak Rencana Pemasangan CCTV

SURABAYA- Pemuda kawasan lokalisasi Dolly mulai bergerak untuk menentang rencana Pemerintah Kota Surabaya memasang kamera closed circuit television (CCTV) di setiap wisma di Dolly.

Penolakan salah satunya dilakukan dengan cara mendatangi setiap wisma di Dolly dan kemudian memasang sejumlah pamflet-pamflet berisi tulisan menentang rencana pemasangan CCTV.

“Rencana pemasangan CCTV ini merupakan bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya terhadap penghuni lokalisasi Dolly,” kata Arik dari Komunitas Pemuda Independen Lokalisasi Dolly di Surabaya, Senin (1/11/2010).

Pemasangan kamera CCTV menurut Pemerintah Kota Surabaya dilakukan untuk mengawasi ada tidaknya penghuni baru sekaligus untuk menekan angka kriminalitas di lokalisasi Dolly.

"Alasan untuk menekan angka kejahatan itu mengada-ada. Bukankah di luar lokalisasi Dolly juga masih banyak kejahatan," ujar Arik.

Arik juga menambahkan jika pemasangan pamflet ini bukan merupakan bentuk pembangkangan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Kata Arik dirinya dan warga lainnya yang bergantung hidupnya dari lokalisasi Dolly, masih membuka pintu untuk diajak berdialog bagaimana mengatasi masalah Dolly ini.

"Saya juga yakin jika tak ada orang di mana pun yang menginginkan hidup seperti ini. Mereka pasti ingin berubah. Tapi mohon pemerintah lebih bijaksana mencari pemecahan. Jangan asal main hantam saja," tandasnya.
(ful)

Sumber: okezone.com

   

Terekam CCTV, Pembobol ATM Ditangkap

Liputan6.com, Jakarta: Tiga pria dipergoki satuan pengamanan ketika tengah memasang skimmer di sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan Lada, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (18/10) dinihari. Satu pelaku ditangkap sedangkang dua lainnya melarikan diri.

Pelaku berinisial TW ditangkap setelah terekam kamera CCTV saat hendak membobol mesin atm bersama dua rekannya. Dua rekannya berhasil melarikan diri setelah satpam melepaskan tembakan peringatan. Polisi yang datang ke lokasi menemukan tiga kartu ATM dengan nama yang berbeda dari tangan pelaku. Kasus ini masih ditangani aparat Polsek Tamansari.(JUM)

Sumber: liputan6.com

   

Police urge busway operator to install CCTV

Jakarta Police have called on the management of the TransJakarta busway to install CCTV camera in their buses and shelters as a way to prevent sexual harassment and petty crimes committed by passengers.

City police spokesman Sr. Comr. Boy Rafli Amar said Tuesday the surveillance cameras would help passengers who fall victim to such crimes to bring their cases to trial.

“The CCTV recordings can be used as evidence for the police to follow up reports from the victims,” he said.

Last week, a female TransJakarta passenger reported a man to the South Jakarta Police for alleged sexual harassment.

The woman said the man had grabbed her several times when the two had been in a TransJakarta bus plying Corridor I connecting Blok M in South Jakarta and Kota, West Jakarta.

The police, however, dropped the case as there were no witnesses.

Sumber: thejakartapost.com

   

Page 1 of 13