News

Kebenaran isi berita yang ditampilkan bukan merupakan tanggung jawab tronikaonline.com, dan setiap berita yang ditampilkan akan dicantumkan sumbernya.

Wuih... Semua Kantor Polisi Dipasangi CCTV

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk meminimalkan atau bahkan memberantas mafia kasus serta pelanggaran-pelanggaran lain yang kerap dilakukan oleh oknum penyidik Polri, semua kantor polisi, termasuk di ruang penyidik diminta dipasangi kamera pemantau atau televisi sirkuit tertutup (CCTV).

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi, Jumat (15/1/2010), menyatakan, pemasangan CCTV itu akan dilakukan di semua kantor polisi di seluruh Indonesia.

"Kita berharap di seluruh ruang penyidik di seluruh Indonesia, dipasang CCTV, sehingga tidak ada lagi pemukulan, perbuatan tidak menyenangkan, apalagi tawar-menawar dalam penyidikan," kata Ito ketika ditanya soal upaya Polri memberantas mafia kasus yang akhir-akhir ini populer dengan istilah markus.

Menurut dia, sebaiknya di seluruh kantor polisi menerapkan apa yang telah dilakukannya di Gedung Bareskrim Mabes Polri dengan memasang kamera CCTV di berbagai tempat. Hal itu dinilainya dapat meminimalkan penyimpangan oleh oknum polisi.

Beberapa waktu lalu, Kompas.com dan beberapa media lain pernah menemui Ito di ruang kerjanya di lantai I Gedung Bareskrim. Di dalam ruang kerja Ito terdapat satu layar televisi besar yang menampilkan gambar dari kamera CCTV yang dipasang di seluruh bagian Gedung Bareskrim.

Di seluruh Gedung Bareskrim terdapat 36 kamera CCTV yang terpasang di luar gedung, di ruang tunggu tamu, ruang para penyidik, ruang tahanan, dan ruang lainnya. Rekaman kamera akan diperiksa oleh tim pengawas penyidik. Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindaklanjuti.

"Kita rekam semua aktivitas di Bareskrim sehingga kita punya data untuk melakukan pengusutan. Dengan CCTV kita bisa lihat ruang tunggu tamu, ruang penyidik, ruang tahanan. Kalau ada anggota kita diberi sesuatu kita bisa lihat," ucap dia.

Sumber: kompas.com

   

Pemantauan Lalu Lintas, Titik Rawan Macet di Cianjur Dipasangi CCTV

Cianjur, 19 Januari 2010 17:46
Polres Cianjur memasang enam kamera closed-circuit television (CCTV), di beberapa titik rawan kemacetan lalu lintas. Tiga titik berada di wilayah Cipanas dan sekitarnya, dan tiga titik lainnya berada di kawasan Cianjur kota.

Kapolres Cianjur AKBP Wibowo didampingi Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Gatot Satrio Utomo mengungkapkan hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bagian dari pelayanan prima untuk masyarakat.

Kamera CCTV itu diharapkan dapat membantu petugas melakukan tugasnya dengan cepat, jika ada kejadian, seperti kemacetan, pelanggaran atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Lokasi kamera CCTV itu, terletak di Bundaran Tugu Gerbang Marhamah (Pos Polisi 8 Cepu), Pos Polisi 9 Cepu, pusat kota, depan Istana Presiden Cipanas, Pasar Cipanas, serta di Jl Raya Pasekon (Restoran Padang Sati).

Selain memasang kamera CCTV, untuk memberikan pelayanan prima, terutama menyangkut lalu lintas, pihaknya ungkap Gatot, menempatkan sejumlah personel di lokasi-lokasi tersebut.

Sehingga, selain termonitor melalui manajemen traffic center, personelnya yang bertugas dapat segera mengatasi masalah yang terjadi. "Ke depannya, kami akan memasang sejumlah kamera CCTV dibeberapa lokasi lainnya yang kami anggap rawan kemacetan, ini salah satu bagian dari program quick respon," kata Wibowo.

Selain itu, Polres Cianjur, saat ini telah menerapkan pelayanan cepat dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM), pelayanan BPKB, maupun pembayaran STNK.

Untuk pembuatan SIM, menerapkan ujian teori maupun praktik bagi para pemohon melalui sistem Audio Visual (Avis). "Dengan cara praktek audio visual, hasilnya bisa diketahui langsung beberapa saat setelah dilakukan ujian, karena kita sudah menerapkan sistem komputerisasi. Dalam waktu 30 menit pemohon yang lulus sudah punya SIM," tegas mantan Kasat Lantas Polres Sukabumi itu. [TMA, Ant]

Sumber: gatra.com

   

Polisi Periksa Rekaman CCTV dan Saksi

MEDAN - Polsekta Medan Baru mulai memeriksa rekaman CCTV yang ada di gedung Plaza Medan Fair. Langkah ini dilakukan menyusul insiden seorang pengunjung yang loncat dari lantai 4 gedung tersebut, Jumat malam kemarin.

"Kita sudah memeriksa rekaman CCTV di gedung itu. Setelah kita lakukan penyelidikan ternyata korban memang sengaja melompat," jelas Kepala Polsekta Medan Baru AKP M Adnan di Medan, Sabtu (26/12).

Menurutnya, berdasarkan rekaman CCTV tersebut, terlihat korban melompat dari lantai 4 dan mengenai lampu hiasan natal yang tergantung dari langit-langit gedung. Diduga korban mencoba melakukan upaya bunuh diri.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari beberapa saksi yang melihat kejadian tersebut. Termasuk di antaranya sejumlah petugas keamanan Plaza Medan Fair yang saat kejadian sedang bertugas di lokasi.

Sementara itu, korban sendiri yang bernama Rahmat Alamsyah (32), kini masih dirawat di RSUP Pirngadi Medan, setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Sarah, Medan. Warga Kelurahan Sei Lalas, Kecamatan Medan Barat tersebut mengalami patah tulang akibat tindakannya itu.

Seperti diberitakan, seorang pengunjung Plaza Medan Fair tiba-tiba melompat dari lantai 4 pusat perbelanjaan tersebut. Menurut saksi mata di lokasi, insiden yang membuat heboh pengunjung mal itu terjadi sekira pukul 19.15 WIB.

Pria tersebut jatuh tepat di tangga eskalator di lantai I yang menuju ke basement dan menimpa seorang anak kecil. Akibat peristiwa itu keduanya mengalami cidera berat.

Sumber: news.id.msn.com

   

Rekaman CCTV Bom Bunuh Diri Peshawar Press Club

Metrotvnews.com, Peshawar: Aksi bom bunuh diri di depan gedung Peshawar Press Club, Paksitan, 22 Desember lalu, terekam dalam sebuah kamera pengintai atau CCTV gedung. Rekaman menunjukkan pelaku berjumlah dua orang. Keduanya tampak berusaha masuk ke gedung, tapi gagal lantaran dihadang polisi.

Tak lama setelah berdebat dengan polisi, salah seorang pelaku meledakkan bom. Insiden ini menewaskan empat orang dam 17 lainnya luka parah. Peshawar Press Club merupakan organisasi kewartawanan yang menjadi pusat informasi dan akses ke kota Khyber, tempat penjualan senjata ilegal di Pakistan.(****)

Sumber: metrotvnews.com

   

Napi Sukamiskin Kabur, Polisi Akan Ambil Rekaman CCTV

Bandung - Untuk mempermudah penelusuran kasus kaburnya Rasit Darwis, narapidana lapas Sukamiskin yang ditahan karena kasus pembunuhan, polisi berencana mengambil rekaman CCTV. Rekaman CCTV diharapkan bisa memberikan petunjuk lebih akan kasus ini.

Hal ini dituturkan Kapolres Bandung Timur AKBP Victor Manoppo ketika ditemui wartawan di lokasi kejadian Minggu (20/12/2009).

"Ada CCTV di gerbang utama lapas, yang kemungkinan merekam peristiwa kaburnya napi," ujarnya.

"Ya kalau direkam tentu kita akan minta," imbuh Victor.

Namun sampai saat ini belum ada informasi apakah kejadian tersebut direkam CCTV atau tidak. "Nanti akan kita tanyakan pada pihak lapas," tutur Victor.

Seorang narapidana kasus pembunuhan Rasyid Darwis, melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Minggu (20/11/2009).Satu petugas lapas terluka akibat tembakan pistol yang diduga dari pembesuk yang membantu napi kabur. (dip/dip)

Sumber: detik.com

   

Page 4 of 14