News

Kebenaran isi berita yang ditampilkan bukan merupakan tanggung jawab tronikaonline.com, dan setiap berita yang ditampilkan akan dicantumkan sumbernya.

Antisipasi Teroris, Stasiun KA Dipasangi CCTV

TEGAL - Stasiun Besar Tegal, Jawa Tengah, tidak ingin kecolongan dengan aksi kejahatan dan terorisme menyusul tragedi peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain memperketat pengamanan dengan menambah personel keamanan, di sejumlah sudut Stasiun KA itu juga dipasangi kamera CCTV.

Kepala Stasiun Besar Tegal Joko Mardi Gutomo mengatakan ada empat kamera CCTV yang dipasang di tempat-tempat kerumunan massa. Yakni, di tempat pembelian loket, ruang tunggu calon penumpang, pintu masuk dan jalur satu dan dua. "Kamera CCTV ini untuk memantau aktifitas masyarakat," katanya, Selasa malam (28/7/2009).

Menurut dia, pemasangan kamera CCTV itu selain untuk memudahkan pemantauan aktifitas masyarakat juga sebagai bentuk antisipasi orang mencurigakan.

(Kastolani/Koran SI/ful)

sumber: news.okezone.com

   

CCTV Pria yang Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Ritz-Carlton

Jakarta: Metro TV mendapatkan gambar CCTV yang merekam detik-detik ledakan bom bunuh diri di restoran Airlangga di Hotel Ritz-Carlton kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Seorang pria yang diduga pelaku bom bunuh diri tampak berjalan tertatih-tatih menjinjing tas  berwarna hitam yang terlihat sangat berat.

Kemudian terlihat seorang staf restoran menyambut seseorang yang diduga pelaku pengeboman. Staf itu mempersilahkan masuk ke dalam restauran. Selang beberapa menit dua wanita juga terlihat masuk ke dalam restoran. Sesaat setelah itu... "Bummm!"

Gambar juga merekam suasana beberapa saat setelah ledakan terjadi yang terjadi di luar hotel. Tampak di sisi kiri layar televisi kaca-kaca hotel pecah dan berhamburan keluar. Ledakan di Hotel Ritz-Carlton ini menewaskan dua orang dan melukai puluhan orang lain.(DOR)

Sumber: metrotvnews.com

   

Polisi Masih Selidiki Modus Pengebom Ritz-Calrton

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih menyelidiki modus operandi pelaku pengeboman di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Polri belum mengetahui apakah pelaku juga tercatat sebagai tamu di hotel mewah tersebut atau bahkan menginap seperti pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot, Jakarta, yang berinisial N.

"Sedang kita selidiki. Kita akan ungkap apakah dia tidur di hotel itu atau tidak," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Nanan Sukarna, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (18/7).

Menurut dia, polisi juga menyelidiki gambar pria yang ada di CCTV. Jumat kemarin, gambar dari CCTV beredar di sejumlah televisi. Pada CCTV tersebut jelas terlihat ada seorang pria berjas dan bertopi, masuk ke restoran. Tingkah pria berbadan tinggi tegap ini pun mencurigakan. Dia membawa dua tas, ransel yang dibawa di depan dan koper yang ditarik.

"Termasuk (gambar) itu yang sedang dicoba diolah. Kepolisian akan berusaha maksimal, mungkin hasilnya dapat diumumkan hari ini atau secepatnya," kata dia.

Berdasarkan info yang dilansir dari pusat informasi Polda Metro Jaya, dari perawakannya, pria berjas tersebut diduga sebagai orang asing. "Kita jangan menduga-duga. Kan bisa saja dia korban," tukas mantan Kapolda Sumatera Utara itu.

Sabtu ini, polisi masih akan melakukan oleh tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti. Sebelumnya, pada Jumat, terjadi ledakan di Hotel JW Marriott pada pukul 07.47.12. Ini kedua kalinya hotel tersebut menjadi sasaran bom dari orang tak bertanggung jawab. Sepuluh menit kemudian (pukul 07.57.00), ledakan juga terjadi di Hotel Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta.

Sumber: megapolitan.kompas.com

   

Saksi Kunci: Pelaku Menyeret Tas Hitam

JAKARTA, KOMPAS.com —  Menurut keterangan dua orang saksi kunci di Hotel JW Marriott, pelaku peledakan sempat mondar-mandir dan menyeret sebuah tas hitam sebelum akhirnya bom yang dibawanya meledak di restoran hotel mewah tersebut.

Infomasi yang diperoleh Kompas.com dari seorang aparat kepolisian yang menjaga dua saksi kunci tersebut di Rumah Sakit Jakarta, Jumat (17/7), saksi berinisial A mengaku melihat pelaku pengeboman masuk ke restoran di mana ia bekerja di bagian banquet. Pelaku tampak mondar-mandir sambil menyeret tas hitam. Gerakannya mencurigakan sehingga saksi terus mengamatinya.

"Mau menegur tapi bukan keamanan. Eh malam meledak," tutur aparat tersebut.

Kompas.com sendiri sempat menjenguk A di ruang tempat ia dirawat. Tampak suasana kamar dipenuhi anggota keluarga korban. Saksi sendiri walau tidak bisa mendengar berupaya mengarahkan matanya ke televisi yang menayangkan rekaman CCTV, di mana tampak seseorang yang diduga pelaku pengeboman membawa tas hitam yang diseret.

Sementara itu, saksi kunci lainnya berinisial D, yang bertugas sebagai petugas keamanan di JW Marriott, pada saat kejadian tengah berada di pintu masuk di lobi bawah hotel mewah tersebut.  Saksi sempat melihat seseorang membawa tas hitam dari dalam hotel. Pelaku menyeret tas hitam melewati lobi hotel menuju restoran.  Saksi heran kenapa ada orang membawa koper kok menuju restoran.

"Ia (saksi) juga tidak melihat ada satpam lain menegurnya. Sesaat kemudian bom meledak," kata aparat tersebut.

Sumber: megapolitan.kompas.com

   

Polda Metro Jaya Periksa Rekaman CCTV

Jakarta - Polda Metro Jaya akan memeriksa rekaman CCTV Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Rekaman ini akan diperiksa di Puslabfor Mabes Polri.

"CCTV itu dibawa ke Puslabfor Mabes Polri untuk diidentifikasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chrysnanda di depan Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009).

Namun Chrysnanda menjelaskan dari rekaman itu belum bisa diketahui di mana letak bom. "Yang membawa bom juga belum bisa kita lihat," katanya.

Sumber: detiknews.com

   

Page 9 of 14