News
CCTV: Pelaku Bom Marriott Tamu Hotel
Jakarta - Pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta diduga merupakan tamu yang menginap di kedua hotel itu.
"Dari kamera CCTV diduga pelaku adalah tamu hotel yang menginap dan meletakkan bom di kedua hotel itu dan pergi meninggalkan lokasi. Polisi sudah mengantongi data dugaan pelaku," kata seorang pejabat Istana Presiden yang tidak disebutkan namanya usai menengok lokasi kejadian Jumat (17/7).
Menurut sumber tersebut, pihak Kepolisian telah mengantongi dugaan pelaku tersebut. Dari penyisiran polisi masih ditemukan satu buah bom yang belum meledak di Hotel JW Marriot.
"Ini peledakan bom yang sudah sangat terencana, karena berhasil melewati pengamanan di kedua hotel yang sangat ketat, karena JW Marriot sudah pernah dibom," kata purnawirawan TNI AD ini.
Menurutnya, motif pemboman masih terus diselidiki pihak berwajib, namun dia membantah dugaan motif terkait hasil pemilu presiden 8 Juli lalu.
"Sepertinya ini tidak terkait pilpres, rugi kalau lawan SBY menyerang dengan meledakkan bom yang memakan korban jiwa ini," terangnya.
Sampai saat ini diketahui bom yang meledak di kedua hotel pada pukul 7.40 WIB ini telah menelan korban jiwa 9 orang dan sekitar 42 orang luka-luka dan dirawat di berbagai rumah sakit di sekitar Kuningan. [*/ana]
Sumber: inilah.com
RSUP Sanglah akan Pasang CCTV Awasi Pasien H1N1
Denpasar, (tvOne)
RSUP Sanglah Denpasar, Bali akan memasang alat perekam gambar (CCTV) di ruang isolasi Nusa Indah untuk megawasi keadaan pasien "suspect" H1N1 atau flu babi yang tengah menjalani perawatan.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sanglah, I Gusti Lanag Suartana menyatakan hal itu di Denpasar, Minggu. Menurutnya, pemasangan CCTV selain sebagai alat antisipasi penularan H1N1 dari pasien kepada orang-orang terdekatnya termasuk dokter dan perawat, juga sebagai alat antisipasi kemungkinan kaburnya si pasien dari ruangan.
"Kemungkinan tertular bisa saja terjadi terhadap orang-orang yang terdekat, termasuk kami di sini dan juga rekan-rekan wartawan yang datang melakukan peliputan," tandas Suartana. Suartana menyatakan, walaupun dokter dan perawat sudah memakai pakaian pengaman saat menjalankan tugas melayani pasien H1N1, tetap mempunyai potensi tertular.
Dia juga menerangkan, pihak rumah sakit akan memasang alat CCTV di seluruh ruangan isolasi Nusa Indah, namun jumlahnya belum diketahui. "Seluruh ruangan Nusa Indah akan diisi CCTV, namun jumlahnya saya belum tahu," kilahnya.
Mengenai waktu pemasangan, dia mengaku akan dilaksanakan secepatnya. "Rumah sakit tengah menyiapkan peralatan dan tenaga teknisnya, dalam waktu dekat saya yakin alatnya sudah terpasang," paparnya.
Hingga hari ini, kata dia, pihaknya masih merawat seorang pasien positif flu babi asal Selandia Baru, Richard Lochner (40) dan dua pasien yang "suspect" H1N1 yakni Michael Partin (19) asal Amerika Serikat (AS) dan seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Jakarta berinisial RI (33).
Dua pasien menyusul Richard ini dikatakan dirujuk dari rumah sakit swasta yang berbeda di kawasan Kuta pada waktu yang hampir bersamaan, Jumat. "Keduanya diantar mobil ambulance ke IRD Sanglah, selanjutnya kami langsung rawat di ruang isolasi, karena ada dugaan keduanya mengalami gejala `suspect` H1N1," ujarnya.
Suartana mengimbau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran H1N1, karena bisa saja terjadi pada kawasan wisata di mana banyak dikunjungi tamu asing yang tengah berlibur. "Masyarakat lokal bisa saja tertular saat berbaur dengan tamu asing di obyek wisata, dan hal ini mestinya diwaspadai," harapnya. (Ant)
Sumber: tvone.co.id
Jembatan Suramadu Bakal Dipasangi Kamera CCTV
Rabu, 17 Juni 2009 - 11:03 wib
SURABAYA - Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) bakal memasang kamera CCTV di sejumlah titik di ruas jalan tol dan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura (Suramadu).
Pemasangan kamera CCTV ini dimaksudkan untuk mengontrol keselamatan pengguna jalan dan memantau kondisi properti dari jembatan terpanjang di Asia Tenggara itu. Pasalnya, beberapa hari pasca dioperasikan, terjadi kerusakan pada lampu, baut, dan rantai pembatas jalan hilang akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kepala PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya-Gempol- Jembatan Suramadu, Agus Purnomo mengatakan, pasca pemberlakukan tarif tol Suramadu pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan dan Jembatan, terkait pemasangan kamera CCTV.
Hal itu, kata dia, diharapkan bisa mengontrol keselamatan pengguna maupun kondisi properti Jembatan Suramadu. "Setelah 18 bulan pertama pengelolaan, BPJT akan membangun gerbang tol permanen," imbuh Agus Purnomo di Surabaya, Rabu (17/6/2009). (Soeprayitno/Koran SI/ram)
Sumber: news.okezone.com
Cegah Pencurian, Museum Nasional Perbanyak CCTV
JAKARTA, KOMPAS.com — Museum Nasional atau Museum Gajah akan memperbanyak kamera pemantau atau closed circuit television (CCTV) guna mengamankan benda-benda sejarah dari pencurian. Humas Museum Nasional, Ferlian Putra, di Jakarta, Kamis (14/5), mengatakan, "Kendati sampai hari ini belum ada benda sejarah yang hilang di Museum Nasional, tetapi penambahan CCTV itu sebagai salah satu upaya pencegahan dini."
Kamera CCTV yang ada dinilai terbatas hanya di ruangan tertentu dan sebagian di antaranya sudah berumur tua. Penambahan kamera pemantau tersebut bakal direalisasikan pertengahan tahun ini.
Museum Nasional punya koleksi 140.000 buah, tetapi baru sepertiganya yang dapat diperlihatkan kepada publik. Jumlah koleksi yang banyak itu menjadikan museum tersebut yang terbesar di Asia Tenggara dan terlengkap di Indonesia. Museum tersebut punya 10 ruang pajang, yaitu ruang etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, mata uang (numismatik), peninggalan bersejarah, harta karun dan pahatan batu, serta geografi. Jenis koleksinya antara lain berupa benda perlengkapan hidup yang terbuat dari batu, tulang binatang, tanduk, dan kulit kerang pada zaman prasejarah. Ada juga koleksi benda keramik abad ke-5 sampai ke-15 Masehi dari China, Thailand, Vietnam, Jepang, Persia, dan Eropa.
Dana operasional Museum Nasional bersumber dari APBN melalui Departemen Pariwisata. "Alokasi dana yang kami terima selama ini cukup untuk operasional museum," kata Ferlian.
Sumber: megapolitan.kompas.com
Budayakan CCTV
Hampir seluruh kejadian pencurian di Pangkalpinang tak lepas dari lemahnya tingkat keamanan tempat. Bahkan untuk tenaga keamanan di kantor khususnya menengah atas hampir tidak disediakan. Padahal, kata Kasat itu sangat vital.
"Alangkah baiknya sekarang kantorkantor mulai memasang CCTV di setiap sudut ruangan. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan kantor di saat ditinggal tanpa ada tenaga keamanan," himbau Eko Novan seraya menambahkan, melalui CCTV akan terlihat wajah pelaku yang mencoba melintas di tempat yang terjangkau kamera tersebut.
Tak kalah pentingnya, tidak menyimpan uang di dalam kantor disaat libur atau tidak ada aktivitas kerja. Karena tingkat pencurian yang terjadi sudah cukup tinggi, bahkan untuk brangkas besar sekalipun mampu dibongkar pelaku pencurian.
"Menyimpan uang di kantor itu tidak ada kata aman walaupun disimpan di dalam brankas sekalipun. Lebih aman bila hari libur uang bisa dibawa pulang," tambah Eko Novan.
?hTak Berharap Banyak
?0Seorang ibu yang barubaru ini kehilangan uang sekitar Rp 26 juta beserta handphone, tidak berharap banyak polisi dapat menemukan barang miliknya yang hilang. Apalagi menangkap pelakunya.
"Kalau tertangkap pun pasti pencuri itu sedang apes atau sial lah," katanya kesal uang hasil dagangannya habis, sementara raport anaknya masih tertahan karena uang buat bayar sekolah sudah raib dicuri.
Beberapa kali ia kecurian tak satupun terungkap, bahkan barang bukti berupa sepeda motor pencuri yang sempat tertinggal di TKP, diserahkan ke polisi kini tak jelas kemana. "Dulu saya pernah menyerahkan barang bukti motor pelaku yang tertinggal. Beberapa waktu kemudian, eee saya lihat motor itu dipakai oleh oknum," kata korban yang tak ingin disebutkan namanya.
"Kalau kita lapor polisi paling hanya diberikan surat lapor kayak gini," tambahnya seraya menunjukkan selembar kertas putih laporan kepolisian kepada harian ini.
Kasat Reskrim Eko Novan saat dikonfirmasi menampik hal itu.
"Polisi melakukan penyidikan sesuai dengan prosedur yang tertuang dalam pasal 184 KUHAP. Kalau tidak sesuai dengan pasal tersebut dan tidak cukup alat bukti, kasus bisa dikatakan tidak akan bisa terungkap," tegasnya seraya menambahkan bahwa polisi melaksanakan ?!tugas semaksimal mungkin. (j1)
Pembobolan Brankas di Pangkalpinang
FebruariJuni 2009
Rabu (18/2), pencuri membawa kabur brankas berisi uang Rp 18 juta lebih dari Kantor/Gudang PT Columbus, di Lontong Pancur, Pangkalpinang.
* Selasa (10/3), brankas RSBT dibobol maling. Uang Rp 73,6 juta melayang.* Selasa (12/5), brankas PT Wahana Semesta Bangka berisi uang Rp 42 juta lebih dibongkar. Jh (20) office boy, dan Ab (20) pekerja bangunan kantor itu masuk DPO.
Senin (1/6), brankas PT Panin Baru dibongkar. Uang Rp 20 jura dibawa lari.
* Minggu (7/6), brankas Firma Andi Aziz di Jalan Garuda bobol. Uang tunai Rp 117 juta amblas.
* Kamis (11/6), brankas Seluler Shop Jl SoekarnoHatta dijebol garong. Uang sekitar Rp 4,2 juta raib.
* Senin (29/6) brankas Toko Aneka Furniture diketahui bobol, dan uang sekitar Rp 55 juta di dalamnya ludes. Sumber: Dokumentasi Bangka Pos. (j1) sumber: Bangka Pos Cetak
More Articles...
Page 10 of 14
News








Digg
del.icio.us
Google