Budayakan CCTV

Hampir seluruh kejadian pencurian di Pangkalpinang tak lepas dari lemahnya tingkat keamanan tempat. Bahkan untuk tenaga keamanan di kantor khususnya menengah atas hampir tidak disediakan. Padahal, kata Kasat itu sangat vital.

"Alangkah baiknya sekarang kantorkantor mulai memasang CCTV di setiap sudut ruangan. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan kantor di saat ditinggal tanpa ada tenaga keamanan," himbau Eko Novan seraya menambahkan, melalui CCTV akan terlihat wajah pelaku yang mencoba melintas di tempat yang terjangkau kamera tersebut.

Tak kalah pentingnya, tidak menyimpan uang di dalam kantor disaat libur atau tidak ada aktivitas kerja. Karena tingkat pencurian yang terjadi sudah cukup tinggi, bahkan untuk brangkas besar sekalipun mampu dibongkar pelaku pencurian.

"Menyimpan uang di kantor itu tidak ada kata aman walaupun disimpan di dalam brankas sekalipun. Lebih aman bila hari libur uang bisa dibawa pulang," tambah Eko Novan.

?hTak Berharap Banyak

?0Seorang ibu yang barubaru ini kehilangan uang sekitar Rp 26 juta beserta handphone, tidak berharap banyak polisi dapat menemukan barang miliknya yang hilang. Apalagi menangkap pelakunya.

"Kalau tertangkap pun pasti pencuri itu sedang apes atau sial lah," katanya kesal uang hasil dagangannya habis, sementara raport anaknya masih tertahan karena uang buat bayar sekolah sudah raib dicuri.

Beberapa kali ia kecurian tak satupun terungkap, bahkan barang bukti berupa sepeda motor pencuri yang sempat tertinggal di TKP, diserahkan ke polisi kini tak jelas kemana. "Dulu saya pernah menyerahkan barang bukti motor pelaku yang tertinggal. Beberapa waktu kemudian, eee saya lihat motor itu dipakai oleh oknum," kata korban yang tak ingin disebutkan namanya.

"Kalau kita lapor polisi paling hanya diberikan surat lapor kayak gini," tambahnya seraya menunjukkan selembar kertas putih laporan kepolisian kepada harian ini.

Kasat Reskrim Eko Novan saat dikonfirmasi menampik hal itu.

"Polisi melakukan penyidikan sesuai dengan prosedur yang tertuang dalam pasal 184 KUHAP. Kalau tidak sesuai dengan pasal tersebut dan tidak cukup alat bukti, kasus bisa dikatakan tidak akan bisa terungkap," tegasnya seraya menambahkan bahwa polisi melaksanakan ?!tugas semaksimal mungkin. (j1)

Pembobolan Brankas di Pangkalpinang

FebruariJuni 2009

Rabu (18/2), pencuri membawa kabur brankas berisi uang Rp 18 juta lebih dari Kantor/Gudang PT Columbus, di Lontong Pancur, Pangkalpinang.

* Selasa (10/3), brankas RSBT dibobol maling. Uang Rp 73,6 juta melayang.* Selasa (12/5), brankas PT Wahana Semesta Bangka berisi uang Rp 42 juta lebih dibongkar. Jh (20) office boy, dan Ab (20) pekerja bangunan kantor itu masuk DPO.

Senin (1/6), brankas PT Panin Baru dibongkar. Uang Rp 20 jura dibawa lari.

* Minggu (7/6), brankas Firma Andi Aziz di Jalan Garuda bobol. Uang tunai Rp 117 juta amblas.

* Kamis (11/6), brankas Seluler Shop Jl SoekarnoHatta dijebol garong. Uang sekitar Rp 4,2 juta raib.

* Senin (29/6) brankas Toko Aneka Furniture diketahui bobol, dan uang sekitar Rp 55 juta di dalamnya ludes. Sumber: Dokumentasi Bangka Pos. (j1) sumber: Bangka Pos Cetak