Misteri Terjatuhnya Ito Setiawan, Polisi Fokus Dalami CCTV, Kemungkinan Dilempar Ramai-Ramai

SURABAYA - Polisi terus berupaya membongkar misteri terjatuhnya Ito Setiawan dari area parkir mobil lantai enam Tunjungan Plaza (TP) 2, Rabu dini hari (21/4). Setelah memeriksa lima saksi, polisi mulai mendalami rekaman CCTV di TP dan Diskotek Stasiun Top 10. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menguatkan dugaan bahwa Ito terjatuh karena dilempar orang setelah cekcok dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya.

Menurut Kapolres Surabaya Selatan AKBP Bahagia Dachi, dengan memelototi rekaman CCTV di tempat-tempat tersebut, polisi bisa memastikan orang-orang yang berada di luar diskotek. ''Tentu saja juga bertujuan untuk memastikan orang yang datang bersama Ito,'' jelasnya ketika ditemui di Mapolsek tegalsari kemarin (23/4).

Sebagaimana diberitakan, Ito Setiawan, 30, warga Jalan Tembok Dukuh IIA, tewas mengenaskan setelah terjatuh dari areal parkir mobil, lantai enam Tunjungan Plaza (TP) 2, Rabu dini hari lalu. Belum diketahui secara pasti penyebab terjatuhnya bujangan tersebut. Berdasar informasi yang beredar, Ito yang bermaksud dugem di Diskotek Stasiun Top 10 di pusat perbelanjaan itu bersitegang dengan seseorang di luar diskotek. Dia datang bersama seorang perempuan yang disebut-sebut bernama Nur. Namun, hingga kemarin, polisi belum menemukan saksi kunci tersebut.

Dachi menyatakan, anggotanya masih mendalami keberadaan Nur. Menurut dia, sampai sekarang, polisi belum mampu mengendus persembunyian Nur.

Nah, dengan bantuan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), polisi berharap bisa mengungkap kasus itu. Tapi, Dachi tak bersedia memaparkan proses pemeriksaan CCTV dan target penyelesaiannya. ''Tunggu saja hasilnya. Tapi, berdasar temuan-temuan yang ada, kemungkinan korban sengaja dilempar tetap ada,'' terangnya.

Pernyataan tersebut didasarkan pada pengamatan titik jatuhnya korban. ''Kalau ditarik garis lurus, posisi terempasnya korban di bawah jauh dari titik penemuan HP korban yang tersangkut di bibir tembok pembatas parkir,'' katanya. Selain itu, menurut dia, ada beberapa kejanggalan lain. ''Misalnya, kenapa kalau jatuh sendiri kok tidak nyantol ke kanopi?'' imbuhnya.

Tepat di pintu masuk TP 2 memang terdapat kanopi. Kanopi tersebut menjorok ke depan sekitar 5 meter. Secara logika, bila korban menjatuhkan diri dari lantai enam, kemungkinan dia terjerembap di kanopi yang terbuat dari fiberglass tersebut. Karena itu, polisi tengah meneliti kemungkinan tubuh Ito terpelanting di kanopi sebelum terlempar ke aspal di depan pintu masuk TP 2.

Selain mempelajari titik jatuh, polisi dengan bantuan CCTV ingin mengetahui jumlah orang yang berada di luar Diskotek Stasiun Top 10 dini hari itu. Sebab, berdasar hasil pemeriksaan beberapa saksi, polisi mendapat informasi bahwa Ito dan teman perempuannya sudah masuk ke pintu diskotek dan membeli karcis (cover charge). Sesaat sebelum masuk, Ito dikabarkan terlibat cekcok dengan seseorang. Adu mulut tersebut diteruskan di luar diskotek. Peristiwa itu merupakan awal terjadinya kasus yang menggegerkan warga di sekitar TKP tersebut.

Polisi memperkirakan, ada rentang waktu yang cukup lama sejak membeli karcis diskotek dengan jatuhnya Ito dari area parkir mobil TP 2. Waktunya diperkirakan sekitar 20 menit.

Penyidik Polsek Tegalsari juga masih menyelidiki temuan KTP dan karcis diskotek yang diduga milik korban. Temuan tersebut dinilai cukup janggal. Dua barang bukti itu tercecer cukup berjauhan dari titik awal jatuhnya Ito. KTP dan karcis tersebut ditemukan di samping diskotek. ''Padahal, dompet korban masih berada di saku celananya. Kan janggal,'' kata Kapolsek Tegalsari AKP Ronny Tri Prasetyo Nugroho

Dari pemeriksaan CCTV, polisi berharap bisa mengetahui jumlah orang yang terlibat cekcok dengan Ito. Jika dugaan bahwa Ito dilempar dari lantai enam itu benar, kemungkinan kecil hal tersebut dilakukan Nur. Artinya, ada orang lain yang melakukannya.

Tapi, jika pelemparan itu hanya dilakukan seorang laki-laki, pasti ada perlawanan dari Ito. Keributan tersebut bisa memancing orang-orang dari dalam diskotek. Dengan demikian, muncul dugaan lagi bahwa orang yang terlibat cekcok dengan Ito itu tidak sendirian. Mereka kemudian ramai-ramai melempar Ito dari lantai enam.

Terkait dengan dugaan tersebut, Dachi maupun Ronny tidak mau berandai-andai. Mereka tetap masih menunggu hasil pemeriksaan rekaman CCTV. Selain rekaman CCTV, polisi sedang berupaya membetulkan HP Ito yang rusak. Bisa jadi, HP tersebut juga mampu mengungkap kasus itu. ''Tunggu saja perkembangannya,'' ujar Ronny. (wan/c12/ari)

Sumber: jawapos.com